Mahasiswa : “Prof, tolong Bapak jelaskan kenapa saya tidak lulus?!”
Profesor : “Itu sudah jelas, anda tidak memenuhi syarat dalam standar kelulusan”
Mahasiswa : “Ok kalo gitu. Kalau Bapak
menganggap diri saya bodoh dan tidak bisa mencapai standar kelulusan,
ayo kita uji kepintaran!”
Profesor : “Boleh, silahkan!”
Mahasiswa : “Jika Bapak mengetahui semua
tentang Hukum, saya memiliki sebuah pertanyaan. Jika Bapak bisa
menjawabnya, dengan berbesar hati saya menerima dengan ikhlas keputusan
Bapak atas ketidak lulusan saya. Tapi kalau Bapak tidak bisa
menjawabnya, Bapak kasih saya nilai A untuk saya. Berani?”
Profesor : [sambil tertawa sinis] “Silahkan, saya terima tantangan anda..”
Mahasiswa : “Apa yang legal tapi tidak logis, logis tapi tidak logis, dan tidak logis serta tidak pula legal?”
Profesor : [setelah berfikir lama] Ok,
saya menyerah. Saya baru mendengar pertanyaan Hukum yang disertai
seperti statement tersebut. Lalu, apa jawabannya?”
Mahasiswa : “Silahkan Bapak tanyakan sendiri besok di kelas. Karena saya yakin semua mahasiswa tahu jawabannya”
Masih tersimpan rasa penasaran, keesokan
harinya Dosen tersebut menanyakan jawaban dari pertanyaan tersebut di
kelas kepada mahasiswa lain. Ternyata semua mahasiswa menunjuk tangan
dan terlihat mengetahui jawabannya, akhirnya salah satu mahasiswa di
tunjuk oleh Dosen menjawab.
“Legal tapi tidak logis itu anda Prof,
umur sudah 65 tahun tapi menikah dengan gadis berusia 25 tahun. Logis
tapi tidak legal sebenarnya, Bapak tidak tahu bahwa istri anda selingkuh
dengan seorang mahasiswa berumur 23 tahun. Sedangkan tidak logis dan
nggak legal itu, diibaratkan selingkuhan istri anda tidak lulus ujian
Hukum dan kemudian anda memberikannya nilai A”.





0 komentar:
Posting Komentar